PEKANBARU,- Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru serta beberapa kawasan lainnya di Riau, Selasa (8/9/2015) pagi, semakin pekat. Jarak pandang terus menurun, bahkan matahari terlihat berwarna oranye pudar.
Data yang dirangkum GoRiau.com dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Selasa pagi, kabut asap pekat terpantau di empat kota, diantaranya Pekanbaru, Rengat, Dumai dan Pelalawan.

"Di Pekanbaru jarak pandang hanya 400 meter, Rengat 300 meter. Paling parah di Dumai hanya 100 meter serta Pelalawan 100 meter. Kabut asap itu adalah dampak dari angin yang kalem diatas Riau, sehingga asap kiriman dari beberapa provinsi tidak bergerak (saat sampai di Riau)," sebut Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin.

Beralasan, sambungnya, mengingat jumlah titik panas di Riau hanya satu titik saja, yaitu terdapat di Rohil. Sementara untuk keseluruhan Sumatera, titik panas terhitung 39 titik. "Sumsel ada 22 titik panas, Jambi 11 titik panas, Sumut dua titik panas. Lalu untuk Aceh, Sumbar, Babel dan Riau, hanya satu," ulasnya.

Akibat pekatnya kabut asap ini, membuat penampakan matahari berubah menjadi oranye pudar. Ini masih lebih baik bila dibanding hari sebelumnya, di mana matahari tak terlihat sama sekali diatas Pekanbaru. Terlihat pula warga menggunakan masker saat beraktifitas.

"Dengan munculnya matahari setidaknya ada pertanda baik. Karena bisa membantu penguapan yang membentuk hujan. Harapan kita terjadi hujan alami sehingga kabut asap bisa dihalau. Cuma pantauan kita, angin masih stag tidak bergerak," tukasnya GoRiau.com(had)